Pembangunan Jalan Desa Sukacari Lam-Tim Jadi Pertanyaan Warga Masyarakat Setempat

Minggu, 16 Agu 2020 | 18:44:17 WIB, Dilihat 1134 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Pembangunan Jalan Desa Sukacari Lam-Tim Jadi Pertanyaan Warga Masyarakat Setempat

Baca Juga : Gandeng Kaum Milenial, WaRu Memperdayakan Pengkrajin Kaos Custome Kekinian Tie Dye


Lampung Timur, KompasLampung.Com - Proyek Pengerjaan Jalan di Dusun 1 Desa Sukacari, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur jadi pertanyaan warga desa setempat karna diduga tidak memasang plang nama layaknya pekerjaan proyek pada umumnya.

Padahal Plang informasi proyek itu bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan. Dimana keterbukaan atau transparansi ini dimulai sejak tender atau lelang proyek dilakukan termasuk tender proyek yang dilakukan di badan publik.

Setiap proyek tanpa papan nama informasi proyek merupakan sebuah pelanggaran karena tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang dan Peraturan lainnya.

Kedua peraturan dimaksud yakni Undang-Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

"Pengerjaan jalan sudah berjalan beberapa hari. Kami tidak tahu pengerjaan apa dan nilainya  berapa. Harusnya ada informasi melalui plang nama layaknya proyek proyek yang seringkali kami lihat," kata salah satu warga Sukacari, Sabtu (15/08/2020).

Dia berharap plang nama segera dipasang biar masyarakat tahu berapa dana dan bahan bahan yang digunakan dalam pengerjaan jalan tersebut.

"Yang akan menggunakan jalan ini kami, sehingga kami perlu memantau spesifikasi dan bahan bahan yang digunakan berdasarkan dana yang dianggarkan," paparnya.

Dia juga memint aparat hukum turut serta mengawasi pembangunan ini jangan sampai ada penyelewengan.

"Kami minta agar pengerjaan jalan ini berjalan baik dan diawasi aparat sehingga jauh dari penyimpangan penyimpangan yang akhirnya merugikan warga setempat," pungkasnya.

Bahkan yang lebih mencengangkan, dari informasi warga setempat  untuk pembangunan talut yang harus nya dari depan karna melewati dua warung warga akhir nya mereka (kontraktor, red) mengubah spek yang ada.

Itu dikeluhkan oleh warga yang memang sudah menantikan agar talut tersebut melewati depan rumahnya karena akan mengurangi genangan air. Tapi harapan itu pudar karna yang tadinya lewat rumah karna mereka ubah akhirnya talut tersebut tidak didepan rumah. (Fatullah)



Gandeng Kaum Milenial, WaRu Memperdayakan Pengkrajin Kaos Custome Kekinian Tie Dye
  • Gandeng Kaum Milenial, WaRu Memperdayakan Pengkrajin Kaos Custome Kekinian Tie Dye

    Sabtu, | 19:04:29 | 1086 Kali


  • Hakim Tinggi Palembang Hadiri Reuni Akbar SMANDA Bandar Lampung Di Kota Metro
  • Hakim Tinggi Palembang Hadiri Reuni Akbar SMANDA Bandar Lampung Di Kota Metro

    Sabtu, | 19:00:41 | 1338 Kali


  • Walikota Metro Siapkan Perwali Guna Penindakan Pelanggaran Protokol Kesehatan
  • Walikota Metro Siapkan Perwali Guna Penindakan Pelanggaran Protokol Kesehatan

    Sabtu, | 09:30:55 | 1464 Kali


  • Dalam Menjalankan Tugas Jurnalistik Wartawan Mendapat Perlindungan Hukum
  • Dalam Menjalankan Tugas Jurnalistik Wartawan Mendapat Perlindungan Hukum

    Sabtu, | 09:24:01 | 761 Kali


  • Mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia, DPRD Kota Metro Gelar Paripurna Istimewa
  • Mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia, DPRD Kota Metro Gelar Paripurna Istimewa

    Jumat, | 20:50:27 | 950 Kali