Baca Juga : Pemkot Metro Belum Bayarkan Insentif Ketua RW
Lampung Timur, KompasLampung.Com - Dalam rangka pelaksanaan tes para calon Kaur Perencanaan, yang beberapa bulan kursi Kaur tersebut Kosong yang sebelumnya di jabat oleh Hasan Fathoni, karena Kaur yang lama mengundurkan diri dari jabatan tersebut mengingat dengan adanya rangkap jabatan yang sebelumnya beliau juga menjabat sebagai Pendamping Desa untuk Kecamatan Metro Kibang.
Sehingga dengan adanya hal tersebut Hasan Fathoni, harus melepaskan salah satu jabatannya yaitu, sebagai Kaur Perencanaan di Desa Marga Jaya. Yang pada akhirnya pihak Pemerintah Desa membentuk Panitia Penjaringan Perangkat Desa (P3D), untuk melakukan penjaringan terhadap para calon buat masyarakat setempat.
Dari 7 peserta calon yang mengikuti tes yang di selenggarakan pada, hari Minggu 22 November 2020, yang bertempat di Balai Desa setempat. Dan acara tersebut di hadiri langsung oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, Bp. Alkomarudin.
Menurut Parno, selaku Ketua P3D saat di konfir oleh Awak Media ini terkait pelaksanaan kegiatan tersebut di kediamannya, ia menjelaskan bahwasannya, "dari semua kegiatan tersebut masih menggunakan anggaran pribadi dari Panitia karena Anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur sebesar Rp.3.223.000. Belum di bayarkan dan itupun bukan hanya untuk di Margajaya saja, melainkan untuk Desa yang lain yang lebih dulu melakukan kegiatan tersebut di antaranya Desa Kibang dan Desa Margototo," ucapnya.
Selanjutnya, Parno alias Mbulun pun menyanggah adanya isu yang berkembang bahwasanya terdapat adanya pengondisian terhadap salah satu calon untuk di luluskan sebagai peserta calon Kaur Perencanaan, hal itu dia sampaikan dengan tegas bahwasannya semua itu tidak benar apalagi titipan dari Kades. "Memang benar adanya kalau setiap orang tua dari para peserta selalu meminta kepada saya untuk meloloskan anak-anak mereka, namun kalau dari pihak Desa tidak ada sama sekali, karena untuk tim penilai di datangkan dari pihak luar Kecamatan, seperti dari Kecamatan Pekalongan dan Kecamatan Batanghari, dan selepas melakukan tes semua berkas langsung di bawa oleh tim sedangkan Panitia tidak tahu hasil ahirnya siapa di antara 7 peserta yang bakal di luluskan kecuali Panitia hanya meminta kepada tim untuk sesegera mungkin untuk melakukan penilaian dan itu pun paling lama 3 Hari terhitung mulai hari ini," imbuh nya.
Selebihnya Mbulun panggilan akrabnya menegaskan kalau semua ini mereka lakukan hanya semata mata bentuk kemanusiaan dan mengenai isu yang berkembang, "saya tegaskan sekali lagi semua itu benar-benar tidak ada dan hanya sebuah berita bohong, mengingat selama ini saya tidak pernah bertemu apalagi sampai membahas berkaitan calon Kaur kepada Kades, yang saya bicarakan tak lebih hanya untuk secepatnya Kades membentuk dan mengeskakan Panitia, selain itu di ujung wawancara dia meminta kalau dirinya untuk di tulis bisu," pungkasnya. (Bambang S)





















