Baca Juga : Jelang Mudik Lebaran, Trafik Tol Palembang-Lampung Capai 5.000 Kendaraan Per Hari
Kompas Lampung.Com - Perjalanan jauh bukan hanya urusan lelah dan daya tahan. Pengetahuan tentang jalan sudah pasti jadi hal penting juga.
Biasanya, jalur tol dan petunjuk arah serta pengalaman sudah menjadi bekal yang cukup untuk mudik. Namun, kadang kemacetan yang tak terkira membuat pengendara gatal untuk mencari jalur alternatif. Sementara itu, pemakaian GPS seringnya membantu, tetapi kadang ada saja cerita yang berbeda.
Seperti halnya dua ratusan pemudik asal Jakarta dan Pulau Jawa yang kesasar di Kotabumi, ibukota Lampung Utara, karena mengandalkan GPS. Arah yang ditunjukkan masih lama, sehingga pengendara berputar-putar atau masuk ke luar jalur Lintas Tengah Sumatera.
Kasatlantas Polres Lampung Utara AKP M. Yani Endang, Minggu Dini hari 2 Juni 2019, mengatakan pihaknya menjadi kerepotan menjelaskan kesalahan data di GPS para pemudik dari Jawa. “Kita terpaksa menempatkan petugas di sejumlah titik, mencegah mereka melewati arah yang salah,” katanya.
AKP Yani Endang menyarankan para pemudik berpatokan pada rambu-rambu. Khusus di Kotabumi, pengendara dari arah Bandarlampung, harus belok kiri arah Palembang atau Medan. “Kalau lurus masuk pasar atau kampung,” ujarnya. (Int)




















