Baca Juga : Persis Kubangan Kerbau Di Jalan Budi Utomo Menjadi Sorotan
Lampung Timur, KompasLampung.Com - Jalan Lintas penghubung antar Kota Metro dengan Kabupaten Lampung Timur, yang berada di Kecamatan Batang hari dan Kecamatan Sekampung, banyak badan jalan mengalami kerusakan, sehingga warga sekitar dan para pengguna Jalan keluhkan kondisi Jalan yang sudah di penuhi dengan lubang yang menganga.
Sebagaimana pantauan dari Awak Media in,i sungguh sangat memprihatinkan mengingat selain kondisi jalan yang sudah rusak parah sehingganya sangat di perlukan ektra hati hati bagi pengendara baik kendaraan roda empat maupun roda dua bila melintasi di wilayah tersebut.
Selanjutnya, menurut pengakuan dari para pengguna Jalan dan Warga sekitaran yang tidak mau di sebut namanya saat di konfirmasi, dalam ungkapannya mereka sangat khawatir akan kondisi jalan yang setiap bulannya semakin rusak bahkan dari beberapa lubang yang semakin lebar juga semakin bertambah dalam, hingga mencapai 50 cm. Maka dengan adanya keadaan jalan seperti ini hampir bisa di bilang atau seringkali terjadi kecelakaan baik kecelakaan tunggal maupun tabrakan, yang kesemuanya itu di sebabkan karena badan jalan yang hancur dan terendam air hujan.
Lain halnya yang di lakukan oleh Wagimun/Mbah gambreng, panggilan kesehariannya salah Warga yang peduli dan berjiwa sosial, ia dengan sengaja meninggalkan kepentingan pribadi untuk mendahulukan kepentingan orang lain. Dengan penuh rasa kekhawatirannya akan keselamatan jiwa orang lain khususnya bagi para pengguna jalan ia pun ihklas dan tulus dengan menjadi tenaga relawan dengan melakukan kegiatan untuk menambal jalan yang di anggapnya dapat membahayakan bagi pengendara. Bahkan selain itu Wagimun juga rela berkorban merogoh kocek sendiri untuk mengeluarkan dana, guna untuk keperluan dalam membeli matrial, seperti 4 truk batu belah dan 4 truk pasir serta 170 zak semen, semua material tersebut di peruntukan hanya untuk penambalan badan jalan yang berlubang di beberapa titik disepanjang jalan sekitar 9 KM, itupun hanya di kerjakan sendiri dengan memakan waktu sekitar kurang lebih 1 bulan.
Ironisnya, justru Pemerintah maupun Instansi terkait seolah olah menutup mata dan telinga dengan adanya jalan tersebut, tanpa sedikitpun memikirkan akan kenyamanan maupun keamanan bagi si pengguna jalan, pertanyaannya? sampai kapan jalan tersebut tidak menjadi keresahan Warga. (Rizki/ Bambang S)


























