Baca Juga : Mantan TPK Tuding Kades Mekarsari Di Duga Tileb Dana Desa
Metro, KompasLampug.Com - Dinas pendidikan dan kebudayaan kembali menyiapkan sistem pembelajaran tatap muka. Hal ini Sampaikan dalam rapat oleh kepala sekolah se-kota Metro, menyusul kebijakan pemerintah pusat Kemendikbud yang memperbolehkan sekolah tatap muka, untuk daerah berstatus zona hijau dan kuning.
Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Metro Ria Andari mengatakan, telah melakukan rapat kepada kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Metro, untuk mendiskusikan rencana sistem belajar tatap muka.
"Hari ini kami telah adakan rapat bersama kepala sekolah tingkat SD dan SMP terkait Pendidikan tatap muka disekolah, untuk waktunya kapan tatap muka dilaksanakan rencananya pada 24 Agustus ini," kata Ria, Selasa (11/8/20/20).
Kadisdikbud juga menerangkan, ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan pihak sekolah, untuk proses tatap muka, yaitu sarana dan prasarana.
"Dalam rapat yang kita adakan tadi, untuk melihat seberapa besar kesiapan tiap sekolah untuk menghadapi proses tatap muka, jangan sampai terkesan terpaksa dan harus dirapatkan kembali pada orang tua murid dimasing-masing sekolah, yang pasti semua mengenai protokol kesehatan Covid-19," unjarnya.
Lanjutnya, "bila dalam rapat pihak sekolah siap, proses tatap muka akan kita lakukan pada 24 Agustus yang kita mulai ditingkat SMP, untuk SD, sekemanya tetap sama seperti yang saya sampaikan lalu tetap dengan sistem shift, mulai kelas 4,5,6 yang akan kita mulai pada bulan September, sedangkan untuk kelas 1,2,3 dan tingkat TK atau PAU, masuk pada bulan November, itupun menunggu vaksin Covid-19 siap,"jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, apabila ada sekolah yang tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan, kegiatan tatap muka akan dihentikan.
"Semua kegiatan disekolah di Kota Metro akan kita pantau, apabila terdapat sekolah yang tidak patuh atau disiplin, proses pembelajaran tatap muka di sekolah akan kita hentikan, dan Pemkot Metro telah mengeluarkan perwali Terkait sanksi bila dikedati ada sekolah yang tidak mematuhi protokol kesehatan, ini demi kebaikan dan keselamatan kita semua," pungkasnya. (AB)




















