305 Hektare Lahan Di Kota Metro Nekat Tanam Gadu Padi

Selasa, 11 Agu 2020 | 13:48:09 WIB, Dilihat 874 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

305 Hektare Lahan Di Kota Metro Nekat Tanam Gadu Padi

Baca Juga : IWO Genap Berusia Delapan, Ketua Iwo Metro Bangun Sepirit Agar Split Dan Kompak


Metro, KompasLampung.Com - Sebanyak 305 hektar lahan area persawahan di Kota Metro  melakukan tanam gadu nekat, hal ini disampaikan kepala dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Hery Winarno pada acara Tanam Perdana Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang diadakan BMKG stasiun kalimotologi Pesawaran, diarea persawahan Hadimulyo timur Metro Pusat, Senin (10/8/2020).

Kegiatan sekolah lapang iklim (SLI) kegiatan provinsi Lampung melalui BMKG stasiun kalimotologi Pesawaran, yang dimana sebagi praktik pembelajaran mahasiswa di bidang pertanian akan disosialisasikan kepada petani ditiap kelompok tani di Kota Metro.

"SLI ini adalah salah satu program kegiatan provinsi Lampung yang bekerja sama dengan BMKG guna memprediksi cuaca dan iklim, untuk mengetahui waktu yang cocok untuk bercocok tanam. Dalam SLI ini terdapat mahasiswa di bidang pertanian dan masyarakat kelompok tani, yang kota Metro mengirimkan peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari lima penyuluhan pertanian dan 25 kelompok tani," kata Hery Winarno

Kegiatan tersebut juga sebagai wadah pengetahuan para petani, yang dimana cara penangulang masalah hama tikus yang saat ini mulai menyerang para petani padi.

"Kita ketahui bersama bahwa iklim itu tidak bisa kita lawan, Namum kita bisa menyesuaikan untuk mengatur masa tanam, musuh berat ketahanan pangan adalah iklim yang tidak bisa diprediksi," ungkapnya.

Lanjutnya, "di ketahui lahan persawahan di Kota Metro yang dialiri air dan siap tanam atau musim gadu ada sekitar 1.325 hektare, dan lahan bebas ada 305 hektare serta tambahan laporan dari keluar Margodadi dan Mulyosari ada 100 hektare yang tidak dialiri air, Namum tetap nekat menanam padi, disebabkan kondisi tanah yang basah meski tidak dialiri air, Jadi total yang tanam padi MT II atau gadu ini 1.750 hektare," paparnya.

Saat ini para petani sudah mulai tanam kemungkinan pertengahan Agustus selesai, kemudian DKP3 menargetkan produktivitas padi pada MT II atau gadu ini sebanyak 5,8 ton per hektare.

"Jadi kalau tercapai target itu secara statistik Kota Metro masih surplus beras," pungkasnya. (Rls/AB)



IWO Genap Berusia Delapan, Ketua Iwo Metro Bangun Sepirit Agar Split Dan Kompak
  • IWO Genap Berusia Delapan, Ketua Iwo Metro Bangun Sepirit Agar Split Dan Kompak

    Senin, | 20:32:37 | 850 Kali


  • Pembangunan Drainase Desa Bumi Ayu Lam-Tim Diduga Tidak Transfaran
  • Pembangunan Drainase Desa Bumi Ayu Lam-Tim Diduga Tidak Transfaran

    Minggu, | 18:50:44 | 1073 Kali


  • Berkas Caden Waru Dinyatakan Lolos Verifikasi Faktual Oleh KPU Metro
  • Berkas Caden Waru Dinyatakan Lolos Verifikasi Faktual Oleh KPU Metro

    Minggu, | 18:38:34 | 996 Kali


  • KPU Kota Metro Siap Memverifikasi Vaktual 70 Suara Dukungan Caden WaRu
  • KPU Kota Metro Siap Memverifikasi Vaktual 70 Suara Dukungan Caden WaRu

    Sabtu, | 14:17:56 | 1112 Kali


  • Di Duga Kebijakan Kades Margototo Beraroma Kolusi
  • Di Duga Kebijakan Kades Margototo Beraroma Kolusi

    Jumat, | 14:57:21 | 1233 Kali