Baca Juga : Drs. Suroto : SD Negeri 7 Kampung Baru Terapkan Akhlak Siswa Sejak Dini
Kompas Lampung.com, Metro - Seyogyanya Program Keluarga Harapan (PKH) dapat berdampak langsung bagi masyarakat yang tidak mampu di Kota Metro, namun kenyataannya tidak sesuai harapan. Pasalnya, yang menikmati program itu justru masih ada warga yang tergolong mampu.
Hal ini terungkap adanya keluhan Sarah, warga RT 10 RW 02 Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat Kota Metro, bahwa tahun 2005 tercatat sebagai penerima raskin namun di tahun 2012 di hentikan oleh petugas dengan alasan yang tidak jelas," keluh Saroh kepada Kompas Lampung, Selasa 9 April 2019.
Senada juga di sampaikan Paryono, warga RT 53 RW 10 Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat Kota Metro, bahwa dirinya betul betul tergolong warga miskin. Pantauan Kompas Lampung, bahwa Paryono hidup di perumahan walet sejak tahun 2004, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan rumahnya sangat sederhana geribig, berada di tengah - tengah bengunan gedung walet.
Paryono pernah mendapatkan raskin dari pemerintah sejak 2003, jatah jaman dulu BLT dan lagi asiknya menikmati hal tersebut tidak bisa bertahan lama karena apa alasan yang jelas di putus dan tidak dapat bantuan lagi di tahun 2014.
Ironisnya sejak diputus, Pariono merasa heran warga yang tergolong kaya masih mendapatkan jatah raskin, lah kok saya tidak dapat, " keluhnya kepada Kompas Lampung di kediamannya, Selasa 9 April 2019.
Paryono menambahkan, ditahun berikutnya mulai dapat jatah lagi pada tahun 2018. Alhamdulilah, sudah berjalan 7 bulanan terima PKH dan raskin di tambah telur," jelasnya.
Hal ini menurut Paryono berkat perjuangan dari salah satu warga yang bernama Sudarsono, kebetulan bergerak di media sosial ikut memperjuangkan agar saya mendapatkan PKH dan raskin serta terima kasih atas semuanya ini baik pemerintah maupun yang ikut berjuang.
Paryono berharap, sesama warga miskin agar di perhatikan dan jangan sampai tidak mendapatkan PKH dan raskin apa lagi pemerintah sudah memprioritaskan bantuan untuk warga miskin," harapannya. (Suhadin)




















