Baca Juga : Masyarakat Mesuji Harus Membeli Masker Untuk Bisa Masuk Ke Dalam Pasar
Metro, KompasLampung.Com - Kejelasan Persoalan PPDB di kota Metro yang dinilai tebang pilih dan mengorbankan warga disekitar, Pemerintah Kota Metro dinilai lambat dan seakan buang badan, menanggapi kejanggalan PPDB SMAN 1 Metro.
Diketahui dari hasil Hearing DPRD belum menemukan kejelasan pasti, ditambah keputusan inspektorat pada hearing pada 1 Juli lalu seakan oper bola.

Dalam hearing tersebut Jihad selaku kepala inspektorat, belum bisa berbuat banyak, karena Disdukcapil tidak dilibatkan.
"Saya sudah bekerja dengan tim, sudah kami periksa memang terdapat data yang tidak sesuai, dan saya menegaskan kepada sekda akan segera menuntaskan persoalan ini asal melibatkan Disdukcapil, karena persoalan ini terdapat syarat kepentingan orang tertentu," katanya.
Lanjutnya, semua berkas pelaporan sedang dalam penyusunan, dan perlu saya tegaskan persoalan ini dipicu orang-orang penting yang memang punya kepentingan misalnya, anak atau sodaranya ingin masuk disekolah tersebut dan itulah caranya," papar Jihad pada hearing DPRD Kota Metro pekan lalu.
Kemudian Kepala Dinas Disdukcapil Kota Metro Maria Jaya singa, saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, dirinya memiliki data ketidak sesuaian data surat domisili yang dikeluarkan Lurah Yosodadi namun enggan dilibatkan.
"Saya punya data siapa saja data dari surat domisili itu memang tidak memenuhi syarat, seperti apa yang saya sampaikan pada hearing DPRD Kota Metro, saya juga sudah meminta Lurah Yosodadi untuk mencabut kembali, namun dirinya menolak dan lebih memilih mundur dari jabatannya sebagai Lurah, hanya itu yang bisa saya lakukan selebihnya saya tidak mau ikut campur lebih lanjut," kata Maria.

Sementara itu tim media Kompaslampung.com menyusuri asal sekolah data calon siswa yang mendapat surat domisili dan banyak diantara memang bukan warga Metro, dan orang tua murid tersebut memang memiliki jabatan penting atau tingkat status sosial yang cukup strategis.
Hingga saat ini belum ada keputusan jelas sangsi dan siapa saja yang terlibat dalam kecurangan PPDB jalur Zonasi SMAN 1 Metro, hingga lurah berani mengorbankan jabatan demi mempertahan surat domisili yang dikeluarkan. (RN)




















