Ombudsman Tanggapi Dugaan Salah Diagosa Oknum Dokter RSUD Ahmad Yani
Hukum

Kamis, 07 Mar 2019 | 21:46:32 WIB, Dilihat 1838 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Ombudsman Tanggapi Dugaan Salah Diagosa Oknum Dokter RSUD Ahmad Yani Tuti Wuryaningsih (45) pasien korban kasus dugaan salah diagnosa (kanan, red) menunjukan akan melaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Lampung.

Baca Juga : Peranan Media Mendidik dan Profesional Dalam Menjalankan Tugas


METRO, Kompas Lampung.com - Kepala Bidang Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Upi Fitriyanti menangapi pemberitaan yang viral di media online dan cetak terkait dugaan diagosa tersebut menjadi sorotan pihaknya.

Menurutnya, belum ada laporan resmi ke Ombudsman, kami hanya menghimbau agar kiranya RSUD Ahmad Yani Metro dapat bekerja dan menyajikan pelayanan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan. Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438 Tahun 2010, tentang standar pelayanan Kedokteran," tegas Upi Fitriyanti di selah kegiatannya kemarin.

 

Lebih lanjut Upi Fitriyanti menambahkan, kalo kaitannya dengan dugaan salah diagnosa di Ruma Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani tersebut, laporannya belum pernah ada yang masuk ke kita. Tetapi jika keluarga pasien ingin melaporkan hal itu, maka secara resmi kami akan terima dengan tangan terbuka. “Oleh karenanya, dirinya membuka pintu selebar-lebarnya bagi keluarga pasien jika ingin melaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Lampung,” pungkasnya.

 

Tempat terpisah, Keluarga Tuti Wuryaningsih (45) pasien korban kasus dugaan salah diagnosa oleh oknum dokter RSUD Ahmad Yani Kota Metro, mengacam melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Lampung dan Kementerian Kesehatan. "Kami akan melaporkan masalah ini ke Ombudsman dan Kementerian Kesehatan . Itu supaya rumah sakit atau dokter tidak semena-mena menganalisis hasil diagnosa yang merugikan pasien," kata Rozi Fernando suami Tuti Wuryaningsih, Kamis 7 Maret 2019.


Rozi juga menyesalkan keputusan oknum dokter RSUD Ahmad Yani, terkait hasil diagnosa penyakit istrinya, tanpa memberikan saran untuk mencari perbandingan diagnosa ke dokter spesialis ahli patologi anatomi lainnya. Kenapa oknum dokter tersebut menganalisa hasil diagnosa hanya berbicara melalui telepon bersama asisten dokter. Seharusnya hasil diagnosa itu, dipelajari secara langsung. Jangan lewat telepon. Dampaknya, pasti ya ke pasien," sesalnya. (Red)



Peranan Media Mendidik dan Profesional Dalam Menjalankan Tugas
  • Peranan Media Mendidik dan Profesional Dalam Menjalankan Tugas

    Kamis, | 20:28:15 | 2178 Kali


  • Musrenbang Tingkat Kecamatan Metro Pusat, Usulkan Pembangunan Infrastruktur
  • Musrenbang Tingkat Kecamatan Metro Pusat, Usulkan Pembangunan Infrastruktur

    Rabu, | 21:18:20 | 1859 Kali


  • Musrenbang Kecamatan Metro Timur, Tingkatkan Pembangunan
  • Musrenbang Kecamatan Metro Timur, Tingkatkan Pembangunan

    Rabu, | 21:08:13 | 1709 Kali


  • Edwin Sony: Dinas PKP Metro Fokus Program Bantuan Bedah Rumah
  • Edwin Sony: Dinas PKP Metro Fokus Program Bantuan Bedah Rumah

    Rabu, | 20:39:22 | 2857 Kali


  • Rasyid Ridho: Pemekaran Kabupaten di Lamteng Siap Diperjuangkan
  • Rasyid Ridho: Pemekaran Kabupaten di Lamteng Siap Diperjuangkan

    Rabu, | 18:22:18 | 2104 Kali