Peringati Wafat Isa Al-Masih Umat Kristiani Laksanakan Ibadah Jumat Agung Di Rumah

Sabtu, 11 Apr 2020 | 13:42:06 WIB, Dilihat 1140 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Peringati Wafat Isa Al-Masih Umat Kristiani Laksanakan Ibadah Jumat Agung Di Rumah

Baca Juga : Warga Tiyuh Desa Kibang Tri Jaya Tubaba Ditemukan Tewas Gantung Diri Di Pohon Mangga


Tubaba, Kompas Lampung.Com- Umat Kristiani di Kecamatan Way Kenanga dan sekitarnya melaksanakan ibadah Jumat Agung dalam rangka memperingati Hari Wafat Isa Al-Masih di rumah masing-masing, jum’at (10/04/20).

Hal ini mengikuti anjuran pemerintah agar melakukan ibadah atau melakukan segala sesuatu di rumah. Kendati hanya di rumah, mereka tetap bersemangat beribadah melalui bahan renungan termasuk video yang diberikan oleh pendetanya masing-masing. 

Ketua Majelis Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Way Kenanga, Penatua Susanto, mengatakan, banyak pelajaran yang bisa diambil dari peringatan hari Jumat Agung, seperti kerendahaan hati, mengasihi sesama manusia, menahan nafsu duniawi, dan lain sejenisnya. 

"Perayaan Jumat Agung punya makna tersendiri bagi umat Kristiani. Momen Yesus menyerahkan nyawa kepada Bapa di surga sebagai bentuk pengorbanan dan belas kasihNya kepada umat manusia dilakukan sebagai penebusan dosa-dosa yang telah dilakukan seluruh umatNya. Hal tersebut menjadi cerminan akan pentingnya memiliki sifat penolong dan pemaaf,"  jelasnya.

Jemaat GKSBS Way Kenanga melaksanakan ibadah di rumah masing-masing dengan khidmat, selain melaksanakan renungan, mereka juga menaikkan doa syafaat bagi bangsa dan negara dan juga Pemerintahan Republik Indonesia, terkhusus juga berdoa agar Virus Corona yang terjadi saat ini dapat segera berakhir dan menjadikan situasi normal kembali. 

"Jemaat sudah rindu untuk beribadah bersama dan melayani bersama-sama di gereja," ucap Penatua Susanto.

Sementara itu, Pendeta Purnomo Sidi, S,Si selaku Pendeta GKSBS Way Kenanga mengatakan bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh Kristus membuat jemaat harus belajar, merendahkan hati dan mau mengekang keinginan duniawi. 

"Belajar dari situ dengan adanya sosial distancing, maka kita belajar untuk menyangkal dan membatasi keinginan kita yang biasanya berkumpul, hadir di pesta atau hajatan, bahkan ibadah untuk sementara kita tunda dahulu meski itu bukan hal mudah namun kita harus bijak menyangkal dan merendahkan hati untuk pemulihan," demikian kata dia.

Beliau juga menambahkan, "adanya paramedis yang menjadi garda terdepan pejuang kesehatan rela mengorbankan dirinya untuk kesehatan masyarakat. Dengan peristiwa Jumat Agung yang penuh misteri mengapa harus salib, maka pengorbanan Yesus ada rencana indah untuk umat manusia, begitupun dengan adanya badai virus corona ini pasti Tuhan akan menyediakan rencana indah untuk alam semesta," ujarnya (Agus)
 



Warga Tiyuh Desa Kibang Tri Jaya Tubaba Ditemukan Tewas Gantung Diri Di Pohon Mangga
  • Warga Tiyuh Desa Kibang Tri Jaya Tubaba Ditemukan Tewas Gantung Diri Di Pohon Mangga

    Sabtu, | 13:34:03 | 1461 Kali


  • Reskrim Polsek Bersama Buser Polres Berhasil Menggelandang Dua DPO Pembobol Bengkel
  • Reskrim Polsek Bersama Buser Polres Berhasil Menggelandang Dua DPO Pembobol Bengkel

    Sabtu, | 13:20:23 | 943 Kali


  • LSM Akutan Tuding Kepsek Min 1 Metro Diduga Menggelapkan Dana Bos
  • LSM Akutan Tuding Kepsek Min 1 Metro Diduga Menggelapkan Dana Bos

    Jumat, | 19:19:34 | 3085 Kali


  •  Pemerintah Kec Rawa Jitu Utara Mesuji Lakukan Inspeksi Mendadak Ke Pasar Desa Panggung Jaya
  • Pemerintah Kec Rawa Jitu Utara Mesuji Lakukan Inspeksi Mendadak Ke Pasar Desa Panggung Jaya

    Jumat, | 11:26:16 | 1674 Kali


  • Seorang Laki-Laki Warga Tubaba Berstatus PDP Covid-19 Dirawat Di RSUD Tubaba
  • Seorang Laki-Laki Warga Tubaba Berstatus PDP Covid-19 Dirawat Di RSUD Tubaba

    Jumat, | 11:16:24 | 1230 Kali