Baca Juga : Kota Metro Dorong Pengelolaan Sampah Produktif
Lambar, Kompaslampung.com - Teror harimau sumatera masih terus terjadi dan meresahkan warga setempat. Pasalnya, hewan buas ini menerkam Sahri (28) warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh Kabur Lampung Barat hingga tewas.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi sangat mengesankan dikebunnya di daerah Talang Peninjauan, Pekon Suka Marga, Kecamatan Suoh.
Menurut Camat Suoh Dapet Jakson saat dihubungi via telepon oleh awak media Kompas Lampung mengatakan, bahwa musibah berawal ketika korban pergi ke kebun untuk mengurus tanaman, namun hingga pukul 18.00 WIB korban tak kunjung pulang seperti biasanya.
Salah seorang kerabat korban berinisiatif menyusul ke kebun, tetapi di sana hanya menemukan barang- barang korban disekitar lokasi. "Mengetahui kejanggalan tersebut lalu saudaranya itu pulang dan memberitahukan kepada saudara dan warga lain," kata Dapet Jakson.
''Keluarga korban dengan dibantu warga masyarakat lain melakukan pencarian. Naas, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh tercabik cabik.
"Kemungkinan korban ini diterkam harimau sebelum Dzuhur karena bekal makanan yang dibawa dari rumah masih utuh," ungkap Camat Suoh.
Sebelumnya, sudah korban Gunarso (47) warga Pemangku Sumberagung Kecamatan Suoh tewas dengan tubuh tercabik cabik. Tak lama berselang warga Dusun Way Tuing Pekon Bumi Hantatai, juga nyaris menjadi korban terkaman harimau saat hendak pulang dari kebun.
Atas laporan keduanya, Kapolsek Suoh memimpin personel Polsek Suoh langsung bergabung bersama warga untuk melakukan pencarian korban. Pencarian juga dilakukan bersama aparat TNBBS Resort Suoh, Satgas Sahabat Satwa Lembah Suoh dan mitra WCS.
Kapolsek Suoh, Iptu Edward Panjaitan, mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharam, mengatakan setelah melakukan pencarian, pihaknya menemukan korban, Kamis 22 Februari 2024, sudah dalam kondisi bagian tubuh tidak utuh sekitar pukul 02:00 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan sekitar 300 meter dari lokasi kebun korban. Aparat kemudian mengevakuasi korban dan membawa ke puskesmas.
Hasil pemeriksaan oleh petuas Puskesmas Bandarnegeri Suoh, korban meninggal dunia akibat terkaman binatang buas.
“Kami terus melakukan melakukan koordinasi dengan Resort Kehutanan Suoh dan BKSDA Bengkulu dalam rangka penanganan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek. (Koko/PJS)




















