Ketua Umum PJI Kecewa Vonis Penyiksa Jurnalis Nurhadi BANCI

Sabtu, 22 Jan 2022 | 11:46:03 WIB, Dilihat 807 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Ketua Umum PJI Kecewa Vonis Penyiksa Jurnalis Nurhadi BANCI

Baca Juga : Pengurus Asrama MAN 1 Metro Dan Siswa Siswi Unjuk Rasa


Metro, KompasLampung.Com - Ketum PJI ( Persatuan Jurnalis Indonesia) kecewa atas putusan Hakim ,mengenai pempersekusi jurnalis Tempo Nurhadi oleh oknum aparat Kepolisian, menurut Pasal 4 ayat (2) UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers ( UU Pers ) mengamanatkan, "Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran."

Dan pasal 4 ayat (3), "Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi." Sedangkan pasal 18 ayat (1) mengamanatkan, "Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)".

Dalam persidangan yang dilaksanakan di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu 12/1/2021, Majelis Hakim memutus dua terdakwa Polisi pempersekusi jurnalis Nurhadi, Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad Firman Subkhi dihukum 10 bulan penjara dan membayar sejumlah uang. Keduanya diputus bersalah melanggar pasal 18 ayat (1) UU Pers.

Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad Firman Subkhi didakwa menyekap dan menganiaya Nurhadi saat menjalankan kerja jurnalistik di Surabaya. Saat Nurhadi akan meminta konfirmasi mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji yang terlibat kasus suap pajak, Nurhadi dipiting dan dipukuli oleh Purwanto, Firman Subkhi dan kawan-kawan. Vonis hukuman kurungan ini menjadi peringatan/penegasan/pelajaran bagi semua pihak agar tidak sembarangan menghalangi kerja jurnalis.

Namun di sisi lain menyisakan kekecewaan dan mencederai rasa keadilan bagi dunia Pers Nasional. Sebelumnya JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, namun Majelis Hakim memutus 10 bulan penjara. Tidak sampai 2/3 tuntutan JPU. Itupun tanpa perintah memasukkan terpidana ke dalam tahanan/penjara.

Saya mengistilahkan vonis hukuman seperti itu, "Vonis Banci" atau "setengah-setengah". Majelis Hakim memutus dua Terdakwa bersalah dan menghukum, namun faktanya masih memberi kesempatan terpidana untuk menghirup udara segar alias bebas, tidak perlu menjalani hukuman penjara. Penilaian saya, Majelis Hakim tidak cukup serius mengadili dan memutus perkara itu.

Apapun putusan Majelis memang tidak dapat disalahkan oleh siapapun terkecuali dikoreksi oleh putusan persidangan di atasnya. Sebenarnya saya hanya berharap Majelis Hakim memutus dengan adil. Terlebih terdakwanya 2 oknum Polisi aktif yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat ternasuk jurnalis, malah memperkusi jurnalis yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik dengan benar. Tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan dalam perkara inipun juga tidak tersentuh.

Dengan diputus bersalah menghalangi kerja jurnalis yang melakukan tugasnya dengan benar, berarti 2 oknum Polisi itu juga melecehkan Kapolri. Kapolri dan Ketua Dewan Pers telah menanda-tangani Nota Kesepahaman yang pada intinya saling menghargai kerja jurnalis dan Polri.

Menjadikan saya lebih miris bila infornasi yang saya dapat benar, 2 tersangka/terdakwa oknum Polisi berstatus tahanan kota. Saya berharap info ini salah, karena bila benar, maka dapat diduga terjadi "Sandiwara Hukum/Keadilan". Sampai putusan berkekuatan hukum tetap  (inkracht van gewijsde), terpidana tidak menjalani hukuman penjara.

Untuk upaya maksimal menegakkan keadilan bagi pers Nasional, DPP PJI  mengirim surat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim agar memerintahkan anggotanya melakukan upaya hukum banding atau kasasi secara serius dan JPU bersungguh-sungguh melakukan upaya hukum. (Tim)



Pengurus Asrama MAN 1 Metro Dan Siswa Siswi Unjuk Rasa
  • Pengurus Asrama MAN 1 Metro Dan Siswa Siswi Unjuk Rasa

    Selasa, | 16:21:31 | 1920 Kali


  • Diduga Lakukan Pemerasan, Kepsek SD N 1 Metro Pusat Laporkan Oknum Wartawan Ke Polres Metro
  • Diduga Lakukan Pemerasan, Kepsek SD N 1 Metro Pusat Laporkan Oknum Wartawan Ke Polres Metro

    Senin, | 21:57:23 | 1994 Kali


  • Kapolres Lampung Tengah Pimpin Serah Terima Dua Jabatan Kapolsek
  • Kapolres Lampung Tengah Pimpin Serah Terima Dua Jabatan Kapolsek

    Minggu, | 09:42:05 | 654 Kali


  • SMSI Provinsi Lampung Gagas Koperasi Serba Usaha
  • SMSI Provinsi Lampung Gagas Koperasi Serba Usaha

    Minggu, | 09:37:57 | 870 Kali


  • Korupsi Dana BOS Mantan Kabid Dikdas Lamteng  Jadi Tersangka
  • Korupsi Dana BOS Mantan Kabid Dikdas Lamteng Jadi Tersangka

    Jumat, | 17:35:50 | 959 Kali