Baca Juga : Kasus Curat Alfamart Di Rawa Jitu Selatan Berhasil Diungkap Polisi
Mesuji, Kompas Lampung.Com- Air adalah salah satu kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia dan mahluk hidup yang lainnya namun ketika air yang mengalir selama ini bisa di konsumsi tercemari dan berubah warna menjadi suatu permasalahan baru tentunya.
Ini terjadi di salah satu desa yang terletak di bantaran anak Sungai Mesuji yaitu, Sungai Buaya, Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji, terutama Desa Sungai Cambai yang dulu nya sungai ini sangat menguntungkan warga sekitar, Pasal nya dari sungai ini lah masyarakat mencari rezeki untuk mencukupi kebutuhan keluarga dalam sehari-hari dengan cara mencari ikan.

Maidin warga Desa, Kecamatan Mesuji Timur, ketika di konfirmasi oleh awak media menjelaskan, sudah puluhan tahun kami mandi di Sungai yang kami rasakan saat ini setelah mandi di sungai kulit badan terasa gatal rambut terasa kaku meskipun sudah menggunakan shampo bahkan untuk minum dan masak sudah tidak enak lagi semenjak ada aliran air yang mengalir dari beberapa perusahaan, air yang jernih berubah menjadi kuning bercampur kecoklatan.
"Semenjak Air sungai berubah menjadi kuning kecoklatan semua sudah berubah ikan yang dulu nya dengan mudah di dapatkan sekarang sudah sulit untuk di dapatkan karena setiap musim hujan, ikan pada mabuk dan air sungai menjadi bau busuk, sudah tidak layak konsumsi, beras yang di masak jika di makan setelahnya perut akan terasa sakit, mencuci pakaian pun yang di bilas berwarna putih berubah menjadi kuning," keluhnya.
Harapan kami sebagai warga untuk Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk turun langsung mengecek kondisi Sungai Mesuji, serta mencari solusi terbaik agar kondisi air dapat kembali normal karena air sungai tersebut merupakan sumber kehidupan dan mata pencarian warga sekitar. (hdz)




















