Baca Juga : Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Metro Buka Pelatihan Kerja
Kompas Lampung.com, Metro - Indikasi ketidakpuasan terhadap hasil perolehan suara pada salah satu pasangan calon, ratusan massa pendukung melakukan unjuk rasa di depan kantor KPU Kota Metro, Jumat, 22 Maret 2019.
Adanya unjuk rasa itu, dihalau personel gabungan Polri, TNI, dan Linmas, kemudian memberikan pengamanan. Massa yang melaksanakan orasi awalnya bertindak tertib, kemudian berubah menjadi semakin anarkis, karena tuntutannya belum dapat dipenuhi.
Karena massa yang semakin sulit dikendalikan, kemudian Kapolres Metro berkoordinasi dengan Dandim 0411/LT untuk meminta bantuan pengamanan. Atas dasar itulah, Dandim 0411/LT mengerahkan pasukannya untuk membantu aparat kepolisian dalam simulasi sitem pengaman (Sispam) aksi unjuk rasa tersebut.

Situasi semakin memanas, ketika massa membakar ban dan melempari petugas. Kesigapan aparat, dengan bantuan water canon berhasil memukur mundur ratusan massa. Hal tersebut merupakan, skenario Latihan Pengamanan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Polres Metro di Lapangan Samber.
Kapolres Metro AKBP Ganda M.H Saragih, S.IK menyampaikan, simulasi ini bertujuan sebagai gambaran jajaran Polres Metro dalam memberikan perlindungan pengayoman dan melayani terhadap masyarakat.
Dalam hal ini, pada pergelaran Pelatihan Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota tersebut dihadiri oleh Walikota Metro, Dandim 0411/LT serta unsur Forkopimda Kota Metro. (Red)




.png)















