Suhadin: Tugas Seorang Pemimpin Arif Dan Bijaksana

Jumat, 02 Apr 2021 | 19:22:32 WIB, Dilihat 1596 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Suhadin: Tugas Seorang Pemimpin Arif Dan Bijaksana Penasehat PWI Kabupaten Lampung Timur, Suhadin.

Baca Juga : Bupati Lamteng Hadiri Sosialisasi Pengawalan dan Pengamanan Proyek Strategis PTSL


Lampung Timur, Kompas Lampung - Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) Suhadin menegaskan, tugas pokok kepemimpinan yang arif dan bijaksana berupa mengantarkan, memelopori, memberi petunjuk, mendidik, dan membimbing agar para bawahan mengikuti jejak pemimpin mencapai tujuan. Organisasi hanya dapat dilaksanakan secara baik, bila seorang pemimpin menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

 

Menurutnya, banyak orang berkeinginan menjadi pemimpin dalam berorganisasi, tetapi setelah berhasil, ternyata tidak semuanya mengerti tugas yang seharusnya dilakukan. Sebagai seorang pemimpin, mereka seharusnya mengerti sikap yang seyogyanya dikembangkan, arah yang diinginkan, dan pekerjaan yang akan dilakukan. Pemimpin yang tidak mengerti hal dimaksud, maka arah organisasi yang dipimpin menjadi tidak jelas, akan dibawa kemana," kata Suhadin mantan Ketua PWI Lamtim, Jum'at 2 Afril 2021.

 

Lebih lanjut Suhadin menjelaskan, seorang pemimpin harus berhasil menghidupkan dan sekaligus menggerakkan semua bawahannya, maka tidak boleh mengedepankan kepentingan dirinya sendiri. Selain itu, pemimpin harus mampu menjauhkan perilaku transaksional dan apalagi dirasakan oleh banyak orang telah memperdaya mereka yang sedang dipimpinnya. Pemimpin harus berakal tetapi jangan sekali-kali tampak 'mengakali' anak buahnya.

 

Pemimpin sebagaimana digambarkan tersebut ternyata jumlahnya tidak sedikit, dan berada di berbagai bidang dan juga level kepemimpinan. "Organisasi yang sedang dipimpin oleh orang yang tidak paham terhadap tugasnya itu, biasanya menjadi stagnan, rutin, dan akhirnya membosankan. Selain itu, suasana organisasi yang dipimpin oleh orang yang tidak cakap, biasanya tumbuh saling tidak percaya, saling menyalahkan orang lain, dan juga gosif-menggosif," ungkap Suhadin.

Suhadin menggambarkan, sifat seorang pemimpin menurut filosofi, yaitu jadilah seperti matahari, bumi, bintang, bulan, air, angin, api dan lautan. Salah satunya yaitu, pemimpin harus memiliki sikap seperti matahari, yang memiliki peran sebagai pengarah dan pengendali, sebagai sumber kekuatan yang digunakan untuk mempengaruhi dan sangat dibutuhkan oleh pengikutnya.

 

"Kemudian, bumi diibaratkan sebagai ibu pertiwi. Sebagai ibu pertiwi, bumi memiliki peran sebagai ibu memiliki sifat keibuan yang harus memelihara dan menjadi pengasuh, pemomong, dan pengayom bagi makhluk yang hidup di bumi. "Implementasinya adalah, kalau sanggup menjadi pemimpin harus mampu mengayomi dan melindungi anak buahnya," ujarnya.

 

Suhadin mengatakan, pemimpin di ibaratkan seperti bulan memiliki sifat-sifat enak dan menyenangkan, juga diibaratkan sebagai gambaran kehidupan yang romantis. "Implementasinya ialah, pemimpin dalam memperlakukan anak buah harus humanistik, lemah lembut, penuh perhatian, memperhatikan suasana kejiwaan anak buahnya. Pemimpin harus memperhatikan harkat, dan mertabat serta menghormati pengikutnya sebagai sesama.

 

"Selanjutnya, jadilah pemimpin seperti bintang dapat menggambarkan dambaan cita-cita, tumpuan harapan, sumber inspirasi. Seorang pemimpin harus memiliki cita-cita yang tinggi, berpandangan jauh kedepan, pemberi arah, sumber inspirasi, dan tumpuan harapan.

 

"Kemudian, lanjut Suhadin, pemimpin juga memiliki sifat seperti angin yang menyejukkan. 'Artinya, pemimpin harus bisa membuat suasana kepemimpinan sejuk, harmonis, dan menyegarkan. Sifat angin lembut juga menggambarkan, bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat lemah-lembut terhadap pengikutnya," mbuhnya.

 

Suhadin menambahkan, siapapun ingin diperlakukan secara jujur, penuh dengan ketulusan, dan diberikan harapan masa depannya yang dipercaya lebih baik. Perilaku pemimpin seperti itu, akan mampu menghidupkan dan sekaligus menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya.

 

Menurut Suhadin, tugas pemimpin itu sebenarnya sederhana saja, yaitu menghidupkan, menggerakkan, dan mengarahkan terhadap orang-orang yang sedang dipimpinnya. Para pemimpin, apalagi di zaman demokrasi seperti sekarang ini, sebenarnya mereka telah memiliki legitimasi yang kuat.

 

Seseorang menjadi pemimpin biasanya melalui seleksi yang ketat, sehingga mereka itu sebenarnya telah mendapatkan legitimasi yang cukup. Kepercayaan dan kewibawaan yang dimiliki sudah cukup digunakan sebagai bekal, untuk menunaikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.

 

Biasanya orang akan mendengarkan dan mengikuti para pemimpin yang telah membuktikan atas ketulusannya. Penilaian bahwa, seseorang memiliki ketulusan bukan berasal dari ucapannya, janji-janjinya, atau kesanggupannya, melainkan akan dilihat dan disimpulkan dari perbuatannya. Disebut sebagai orang tulus, selain tampak dari kemauannya berjuang juga dari kesediaannya berkorban," tutup Suhadin. (Red)

Editor : Purwadi Ardi



Bupati Lamteng Hadiri Sosialisasi Pengawalan dan Pengamanan Proyek Strategis PTSL
  • Bupati Lamteng Hadiri Sosialisasi Pengawalan dan Pengamanan Proyek Strategis PTSL

    Jumat, | 18:47:41 | 1087 Kali


  • Musrenbang RKPD Lamtim 2022, Pemprov Lampung Apresiasi Telah Dilaksanakannya Program KPB dan Penguat
  • Musrenbang RKPD Lamtim 2022, Pemprov Lampung Apresiasi Telah Dilaksanakannya Program KPB dan Penguat

    Jumat, | 18:29:00 | 1150 Kali


  • Wakil Bupati Lamteng Hadiri MUSKAB III dan Pelantikan ASPEKINDO
  • Wakil Bupati Lamteng Hadiri MUSKAB III dan Pelantikan ASPEKINDO

    Jumat, | 18:18:05 | 1224 Kali


  • Walikota Metro Berikan Khotbah di Masjid Baitul Muslimin
  • Walikota Metro Berikan Khotbah di Masjid Baitul Muslimin

    Jumat, | 18:13:03 | 1296 Kali


  • Bupati Lamteng dan Satgas Covid-19 Lakukan Sidakdi Kecamatan Punggur
  • Bupati Lamteng dan Satgas Covid-19 Lakukan Sidakdi Kecamatan Punggur

    Jumat, | 18:08:07 | 1057 Kali