Mampu Kurangi Polusi dan Impor BBM, Pemerintah Dorong Harga Mobil Listrik Makin Terjangkau
Ekonomi

Senin, 29 Apr 2019 | 02:50:10 WIB, Dilihat 1663 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Mampu Kurangi Polusi dan Impor BBM, Pemerintah Dorong Harga Mobil Listrik Makin Terjangkau Menteri ESDM Ignasius Jonan melihat spek mobil listrik besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Sabtu (27/4/2019).

Baca Juga : Dihadapan Massa Pendukung, Prabowo Umumkan Menang 62 Persen


Kompas Lampung.com, Jakarta - Hadirnya mobil listrik diyakini, akan mendorong diversifikasi bahan bakar kendaraan dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke listrik yang berdampak signifikan bagi kualitas udara. Tak hanya itu, keberadaan mobil listrik juga akan menurunkan volume impor BBM.

“Karena nilai strategis inilah, Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik yang memiliki emisi rendah hingga dapat bersaing dengan kendaraan konvensional,” kata Menteri ESDM Ignasius Jonan usai memperingati Hari Bumi Ke-49 di Museum Geologi, Bandung Sabtu (27/4/2019).

Pada kesempatan tersebut, Jonan berkesempatan melakukan uji coba mobil listrik jenis Crossover yang dinamakan EVHERO dan jenis Sportcar V8 VADI, besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

Diakui Menteri ESDM, tantangan terbesar mobil listrik adalah masalah harga. “Kalau harga mobil listriknya Rp 1,5 miliar, siapa yang mau beli, atau Rp 750 juta, siapa yang bisa beli, itu kan dua kali harga (mobil jenis) kijang,” ujarnya.

Namun demikian, mobil listrik sangat diperlukan karena konsumsi BBM terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor juga penguatan infrastuktur jalan raya. Menurut Jonan, ke depan sulit mengimbangi kenaikan kebutuhan atau konsumsi BBM. Salah satu jalan untuk mengurangi impor BBM atau impor minyak mentah itu adalah dengan mobil listrik.

Mobil listrik diyakini Jonan akan dapat mengurangi polusi dan impor BBM secara signifikan jika pemakaiannya sudah masif karena bahan bakarnya adalah listrik yang seluruh komponen untuk penyediaan listriknya tersedia di dalam negeri.

“Seluruh sumber energi primer untuk pembangkit listrik seluruhnya ada di dalam negeri seperti batubara, matahari, gas bumi, panas bumi, angin dan air.

Semuanya ada dan dimiliki Indonesia, sehingga impor BBM-nya semakin hari tidak semakin tinggi. Tugas kita mengendalikan agar impor BBM-nya dalam kapasitas yang terukur, karena kalau tidak, semakin lama semakin tinggi,” jelas Jonan.

Terkait dengan ketersediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk charging mobil listrik, Menteri Jonan memastikan akan tercukupi karena menurut Jonan saat ini cadangan listrik terpasang sudah lebih dari 30% dan menyediakan SPLU bagi PLN sama seperti menjual listrik biasa.

“Cadangan listrik terpasang saat ini sudah mencapai lebih dari 30% karena itu jika ditanyakan apakah listriknya tersedia untuk membangun fasilitasi SPLU, saya jawab cukup karena listriknya sama,” jelas Jonan.

Ia menyebutkan, membangun fasilitas charging itu gampang, kalau mau PLN itu bisa bangun lebih dari sekarang yang sudah mencapai 1.600 SPLU di Jabodetabek dan kota besar. “Termasuk membangun SPLU di luar Jawa, jika ada demand-nya kendaraan listrik kita siap,” pungkas Jonan. (*)



Dihadapan Massa Pendukung, Prabowo Umumkan Menang 62 Persen
  • Dihadapan Massa Pendukung, Prabowo Umumkan Menang 62 Persen

    Rabu, | 23:16:36 | 1659 Kali


  • KPK Imbau Masyarakat Pilih Capres dan Caleg Yang Jujur
  • KPK Imbau Masyarakat Pilih Capres dan Caleg Yang Jujur

    Sabtu, | 01:55:57 | 1812 Kali


  • Diduga Penyimpanan Dana Desa, 32 Kades di Periksa Polisi
  • Diduga Penyimpanan Dana Desa, 32 Kades di Periksa Polisi

    Selasa, | 00:33:03 | 2030 Kali


  • Presiden Jokowi: Jalan Tol Bakter Buka Perekonomian Lampung
  • Presiden Jokowi: Jalan Tol Bakter Buka Perekonomian Lampung

    Jumat, | 20:24:16 | 1580 Kali


  • Prabowo: Maraknya Kasus Korupsi Indonesia Sakit Kronis
  • Prabowo: Maraknya Kasus Korupsi Indonesia Sakit Kronis

    Jumat, | 19:49:41 | 1724 Kali