Penerimaan Siswa Baru SMA Negeri 1 Metro Dikeluhkan, Diduga Ada Jual Beli Surat Domisili

Kamis, 18 Jun 2020 | 08:49:36 WIB, Dilihat 4081 Kali

Oleh Redaksi Kompas Lampung

Share on Facebook Share on Twitter

Penerimaan Siswa Baru SMA Negeri 1 Metro Dikeluhkan, Diduga Ada Jual Beli Surat Domisili

Kota Metro, KompasLampung.Com - Pendaftaran penerimaan calon siswa SMA Negeri 1 Kota Metro tahun ajaran baru 2020-2021 dengan sistem zonasi banyak menuai kritik dan sarat kejanggalan.

Sistem yang mulai diterapkan sejak Tahun Ajaran 2018//2019 ini banyak menuai pro dan kontra, terutama terjadi di SMA Negeri 1 Metro yang diduga menjalin kerjasama dengan pihak kelurahan terkait jual beli surat domisili di lingkungan Kelurahan Yosodadi, Kamis (18/6/2020).

Dugaan ini diutarakan Saripudin (53) salah satu warga RT.009 RW.003 di Kelurahan Yosorejo yang anaknya gagal masuk di sekolah tersebut, sedangkan masuk dalam kategori zonasi dan prestasi.

"Saya curiga SMA Negeri 1 Metro tidak fair dalam penerimaan calon siswa, pasalnya mayoritas calon siswa yang diterima rata-rata hanya di Kelurahan Yosodadi saja, sedangkan Kelurahan Yosorejo juga masuk dalam zonasi sekolah tersebut," keluhnya.

Dirinya juga curiga ada praktik jual beli surat domisili di Kelurahan Yosodadi.

"Kalo ketentuan syarat zonasi, saya kira anak saya memenuhi syarat, jarak rumah hanya 500 meter dari SMA Negeri 1 Metro, riwayat pendidikan juga berasal dari Metro, SMPN 10 Metro dan selalu unggul dalam prestasi, sedangkan menurut data yang saya dapat banyak siswa yang diterima malah banyak dari sekolah asal Lampung Timur dan calon siswa banyak di luar zonasi," paparnya.

Hal yang serupa juga terjadi pada Erlan warga Kelurahan Yosorejo yang anaknya gagal masuk, padahal mempunyai riwayat pendidikan prestasi di Metro.

"Saya heran dengan SMA Negeri 1 Metro, katanya sistem zonasi, saya yang berjarak satu kilometer tidak masuk, padahal anak saya berprestasi, saya menduga ada yang janggal, karena teman anak saya yang tinggal di Kelurahan Tejosari masuk di situ dan datanya berubah jadi Yosodadi, saya curiga ada kerjasama sekolah dengan pihak Kelurahan Yosodadi yaitu praktik jual beli surat domisili," pungkasnya. (Abid)