Baca Juga : Dapat Restu Satgas Covid-19 Dan Polres Metro, Gantangan Kicau Mania Di Ganjaragung Sukses Digelar
Metro, KompasLampung.Com - Kekompakan dan kekeluargaan kental terlihat saat guyup warga Purwoasri, Metro Utara menggelar ritual sedekah bumi dalam rangka syukuran Syuro.
Peringatan Syuro makin berkesan dengan bertemunya anak dengan bapak, yaitu Ketua tim Sekretariat Nasional Kota Metro untuk Jokowi Adit (Bendot Iskandar) dengan dua tokoh yang dituakan di Purwoasri Suyono dan Supriyono. Keakraban anak dengan bapak tersebut bisa melahirkan sinergitas membangun Purwoasri kedepan, Senin (31/8/2020)

Diketahui Supriyono adalah orang pertama yang ikut membangun Purwoasri. Dia juga penguhuni pertama yang tinggal di Purwoasri yang semula masih bernama Umbul Dayu. Beliau juga orang pertama yang membuka lahan disana hingga saat ini.
"Saya bersyukur terus berkembang pesat dan menjadi Kelurahan Purwoasri, juga warga disini silaturahminya terjaga dan kompak," ucapnya. Terbukti warganya rela menyisihkan tanahnya gratis untuk pembangunan jalan. Ia mengaku dituakan dan sebagai pengayom. Ia masuk Puwoasri tahun 97 silam.
Sementara Suyono adalah tokoh yang ikut berkiprah mengentaskan kemiskinan di Purwoasri. Ia disegani lantaran sebagai perpanjangan tangan perusahan milik Tomo dengan warga Purwoasri. Disamping mengajak warga untuk mengembangkan wisata di Capit Urang.
"Disini tidak ada warga yang menganggur, semuanya bekerja dan selalu kompak, rasa kebersamaannya sangat baik," tuturnya. Beliau juga ditokohkan warga.
Sedangkan Lurah Purwoasri Sutoyo menuturkan peringatan syuro untuk memohon barokah dari yang Kuasa tersebut sudah menjadi agenda tahunan dan krap mengundang warga untuk bergotong royong menyiapkan panganan berupa tumpeng yang disajikan untuk makan bareng lesehan, setelah acara sukuran Syuro.
Hal itu menunjukkan rasa kebersamaan dan kekompakan warga disini cukup baik. Selain itu juga warga disini tidak ada yang ekonominya terdampak Covid-19. Pasalnya, kelurahan menyiapkan lumbung padi yang selalu dibagikan ke warga. Lalu warga di Purwoasri juga tidak ada yang menganggur, semuanya sudah ada mata pencariannya masing-masing.
Sementara Bendot Iskandar mengapresiasi acara yang digelar dalam rangka syukuran Syuro. Dia juga mengapresiasi kebersamaan dan kekompakan warga Purwoasri sehingga selain berlangsung hikmad juga semarak karena antusias warga yang cukup tinggi.
Selain itu peringatan Syuro juga dipadati warga lantaran digelarnya Jaranan Kepang Bayu Lestari yang menjadi kesenian budaya tradisional kebanggaan warga Purwoasri. (Rls/AB)




















