Baca Juga : Dinas Pertanian Mesuji Akan Lakukan Revitalisasi Kelompok Tani Dan Kelembagaan Balai Penyuluhan
Mesuji, Kompas Lampung.Com- Kabupaten Mesuji menerima Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Terawan Agus Putranto kepada Bupati Mesuji Saply TH pada acara Pembukaan Rapat Koordinasi Kesehatan Nasional Tahun 2020 di JIExpo Convention Centre and Theater, Jakarta belum lama ini.
"Pemberian sertifikat penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Pusat melalui Kemenkes RI kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji," jelas Saply.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran Pemkab Mesuji bersama elemen masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang hidup sehat serta terbebas dari penularan malaria.
"Ada beberapa katagori penilaian yang dilakukan dari beberapa indikator, seperti tidak adanya penularan setempat Indigenous nilai Slide Positif Rate angka positif malaria dibanding jumlah slide yang diperiksa 5 persen dan Anual Parasit Insiden tidak lebih dari 1 per 1.000 penduduk," ujarnya.
Meski begitu, Bupati Mesuji meminta jajarannya tidak cepat berpuas diri, melainkan semakin meningkatkan segala upaya pencegahan dan kewaspadaan dini terhadap penyakit malaria agar tidak meluas.
Sehingga, masyarakat Kabupaten Mesuji akan semakin terlindungi dari penyebaran dan penularan penyakit malaria.
Kabupaten yang akrab dengan sebutan Bimi Ragab Begawe Caram ini merupakan satu - satunya Daerah di Propinsi Lampung yang menerima sertifikat eliminasi malaria. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Wali Kota Sawahlunto, Bupati Banyumas, serta Bupati Purbalingga.
"Pemberian sertifikat penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Pusat melalui Kemenkes RI kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji," Jelas Saply.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran Pemkab Mesuji bersama elemen masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang hidup sehat serta terbebas dari penularan malaria.
"Ada beberapa katagori penilaian yang dilakukan dari beberapa indikator, seperti tidak adanya penularan setempat Indigenous nilai Slide Positif Rate angka positif malaria dibanding jumlah slide yang diperiksa 5 persen dan Anual Parasit Insiden tidak lebih dari 1 per 1.000 penduduk," Unjarnya.
Meski begitu, Bupati Mesuji meminta jajarannya tidak cepat berpuas diri, melainkan semakin meningkatkan segala upaya pencegahan dan kewaspadaan dini terhadap penyakit malaria agar tidak meluas.
"Sehingga, masyarakat Kabupaten Mesuji akan semakin terlindungi dari penyebaran dan penularan penyakit malaria".
Kabupaten yang akrab dengan sebutan Bimi Ragab Begawe Caram ini merupakan satu - satunya Daerah di Propinsi Lampung yang menerima sertifikat eliminasi malaria. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Wali Kota Sawahlunto, Bupati Banyumas, serta Bupati Purbalingga. (hdz)




















